Selasa, 07 Mei 2013

Salam untuk jogja

Salam untuk Jogja..

Hai nama ku  fika , gadis biasa berambut sebahu berponi sedikit tebal , berkacamata frame hitam , berpostur tubuh  tidak terlalu tinggi ,  bentuk badan yang aku milikipun tidak ideal seperti gadis pada umumnya , ya disinilah ceritaku bermulai pertengahan tahun 2013 aku memasuki dunia baruku , aku diterima di salah satu universitas di Jogja .
aku mempunyai keluarga kecil yang tinggal disurabaya yang didalamnya ada bapak, ibu, kak ricki dan aku , ya aku anak paling terakhir setelah kak ricki. Bapak dan ibu adalah orangtua yang selalu memahami isi hati kedua anaknya, begitupun setelah mereka mendengar keputusannku untuk meneruskan kuliah di salah satu universitas dijogja mereka mengijinkan aku untuk berkuliah disana, tidak hanya itu , aku punya seseorang lagi yang selalu melindungiku ka ricki ya dia kakakku, kak ricki adalah seoarang laki-laki yang cukup popular di kampusnya dulu , wajahnya yang tidak terlalu tampan tapi mempunyai dua lesung pipit dan postur tubuh yang tinggi semampai , gaya rambutnya yang sedikit acak-acakan dan gaya nya yang selalu simple seakan memperjelas kak ricki adalah tipe yang menarik bagi semua wanita. 
Awal bulan Juni adalah saatnya keberangkatan ku ke jogja , ya hari ini adalah hari yang paling aku tunggu-tunggu , aku sengaja tidak memperbolehkan bapak dan ibu ikut mungkin nantinya justru akan terjadi pertumpahan air mata , aku hanya mengajak kak ricki untuk mengantarkanku sampai ke terminal kereta api , mungkin di wajah kak ricki tidak terdapat air mata yang tumpah disana tapi aku sebagai adik mampu melihat raut wajah seseorang yang tidak ingin orang yang selama ini dia lindungi itu pergi sendiri ke suatu tempat yang cukup jauh, itu membuatku melayangkan pelukan ke seseorang yang selama ini selalu menjadi teman debatku disela-sela permasalahan yang aku alami, air mataku berjatuhan membasahi  pundak kaos yang dikenakan kak ricki , kak ricki melepaskan pelukanku , dia menatapku penuh makna , sambil mengusap dahiku , dia berkata “jaga diri baik-baik meskipun kamu jauh kak ricki akan selalu ngelindungi kamu” seketika airmataku kembali terurai , namun kak ricki segera mengusap air mata itu dari pipiku dan dia tersenyum , kemudian berkata kembali “udah jangan nangis terus, katanya mau ngejar cita-cita dijogja, kejarlah dan pulang dengan ngebawa kebanggaan buat ibu bapak dan kakak” aku tersenyum dan sesegera mungkin menaiki kereta yang akan membawaku ke jogja dan membawaku menggapai cita-citaku.

Suara kereta yang melaju seakan mengiringi ku untuk terlelap tidur bersama hembusan angin pada jendela yang sengaja aku buka , entah seberapa lelap aku tertidur hingga seorang petugas kereta membangunkanku untuk segera memberitahukan jika jogja sudah ada didepan mata , sesegera mungkin aku mengemas barang-barangku memastikan tidak ada yang tertinggal disana , pandangan mataku tidak henti-hentinya menatap semua ruas jalanan dan pemandangan yang disuguhkan di jogja ya kota yang bernuansa kecoklatan telah membuat hati ini merasa tenang.

Aku berjalan semampu kaki ku dan semampu pandanganku mengarahkan aku kemana selanjutnya aku harus melangkah , tiba-tiba kaki ku seakan berhenti didepan sebuah rumah mungil yang bermodel kuno dengan satu jendela besar didepannya , berpagarkan coklat sedikit bernuansa cat yang mengelupas , dengan didepannya terdapat sebuah tulisan yang membuatku tersenyum “terima kost”  aku memutuskan untuk mengetuk-ngetuk gerbang yang sedikit terbuka itu , tidak lama kemudian keluar seorang wanita yang bisa dikatakan tidak muda lagi menghampiriku dengan senyuman ramah , sesegera mungkin aku membalasnya desela-sela senyumannya ia berkata “berminat kos disini?” , “iya saya berminat” dengan senyuman lembutnya , ia mengantarkan ku untuk memasuki rumah mungil itu , mataku tak henti melihat sekeliling rumah yang semua berisikan barang-barang yang ku rasa cukup kuno     namun terawat. Tanpa waktu lama aku menyetujui berapa harga yang harus kubayar dan semua peraturan yang ada dikos itu tidak membuat ku untuk berfikir panjang .

Hingga keesokan harinya pula aku menaiki taksi yang akan membawaku ke tempat kuliah ku yang ada dijogja , rasanya tidak sabar ingin cepat sampai dan tersenyum bangga , tempat kuliah yang selalu kudamba dikota yang selalu membuatku tenang ini aku bisa melanjutkan dan meneruskan cita-citaku.
Beda dengan tempat kuliah pada umumnya disini tidak memakai sistim MOS atau pada umumnya adalah orientasi siswa sebelum memasuki universitas , disini kita bisa langsung mengikuti kelas sesuai  bidang kuliah yang kita ambil , desain ya itu adalah bidang kuliah yang aku ambil tidak ada alasan khusus aku memutusknan mengambil bidang tersebut kecuali aku suka menggambar.  ya , menggambar membuatku lupa apa itu artinya lelah , sakit bahkan cinta ..

Hampir setengah hari berlalu aku mengikuti kelas desain  ku , ya hari pertama di tempat kuliah ini aku rasa terasa biasa aja semua berjalan lancer seperti pada umumnya dan aku juga mendapat teman baru. Namanya rani ya nama yang cantik untuk orang jogja yang ramah , rani begitu ramah dia punya kulit kuning lansat bersih , kedua mata yang berbinar seakan orang yang melihatnya  tak ingin mengalihkan pandangannya , rani punya senyuman yang manis. Tempat duduk rani tidak jauh dari tempat yang ku duduki.  Sebelum pulang rani menawarkan untuk mengantarkan aku pulang dengan mobil miliknya , kebetulan rani bisa dibilang berasal dari keluarga yang berada di kotanya , namun aku menolak penawarannya Karena seharian ini aku ingin mengelilingi setiap kota jogja sendirian , ketempat-tempat yang aku rasa ingin ku datangi. Rani pun mengerti setelah aku menjelaskan panjang lebar padanya , dan kurasa rani adalah teman yang baik dan pengertian.
Setiap sudut kota jogja ku rasa sudah ku datangi , sembari  merebahkan kedua kaki ku yang kelelahan ini , aku duduk disuatu taman entah ku rasa aku tidak tau apa nama jalan bahkan tempatnya , aku hanya mengikuti kemana kedua kakiku melangkah , aku duduk menikmati hembusan angin dan gemerlap lampu kota jogja  dimalam hari , hingga ku rasa aku terkantuk-kantuk tapi kantuku berubah menjadi rasa penasaran setelah kedua telingaku mendengar suara lembut itu yang seakan menghangatkan angina dingin malam itu , kedua mata ku mencari-cari dimana asal suara itu dan hingga kedua mataku terhenti pada seorang laki-laki disudut taman kota jogja , dengan posisi sedikit membungkuk , rambutnya yang sebahu sedikit acak-acakan seakan menutup wajahnya , cahaya lampu yang hanya mengarah ke badan tegap itu membuat kaos putih polos yang dikenakannya sedikit bercahaya , celana pendek warna hitam yang dia kenakan terlihat berwana sedikit kecoklatan kedua kakiny mengenakan sepatu hitam bertalikan putih dengan posisi belakang sepatu yang sedikit diinjak , duduk dengan posisi bersandar membuat dia Nampak nyaman , dengan gitar warna coklat tua yang tak henti-hentinya ia mainkan sesekali suara nya lantang terdengar saat ruas jalan kota jogja terlihat sepi oleh kendaraan , namun sesekali suara itu terlihat samar-samar terdengar namun tetap saja suara itu masih terdengar sangat lembut , jika pendengaranku tidak salah , ku rasa lagu milik Jason mraz yang berjudul I’m yours telah ia lantunkan dengan sangat merdu . kedua mataku tidak hentinya melihat kedua tangan dengan jemari yang piawai memainkan gitar itu hingga menghasilkan bunyi-bunyi yang membuat kedua telinga ini menjadi sangat gembira dan sesekali ketiga gelang yang bernuasa kecoklatan yang ia kenakan di tangan kanannya itu bergoyang-goyang seakan mereka juga ikut menikmati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar