Salam untuk Jogja..
Hai nama ku fika ,
gadis biasa berambut sebahu berponi sedikit tebal , berkacamata frame hitam ,
berpostur tubuh tidak terlalu tinggi
, bentuk badan yang aku milikipun tidak
ideal seperti gadis pada umumnya , ya disinilah ceritaku bermulai pertengahan
tahun 2013 aku memasuki dunia baruku , aku diterima di salah satu universitas
di Jogja .
aku mempunyai keluarga kecil yang tinggal disurabaya yang
didalamnya ada bapak, ibu, kak ricki dan aku , ya aku anak paling terakhir
setelah kak ricki. Bapak dan ibu adalah orangtua yang selalu memahami isi hati
kedua anaknya, begitupun setelah mereka mendengar keputusannku untuk meneruskan
kuliah di salah satu universitas dijogja mereka mengijinkan aku untuk berkuliah
disana, tidak hanya itu , aku punya seseorang lagi yang selalu melindungiku ka
ricki ya dia kakakku, kak ricki adalah seoarang laki-laki yang cukup popular di
kampusnya dulu , wajahnya yang tidak terlalu tampan tapi mempunyai dua lesung
pipit dan postur tubuh yang tinggi semampai , gaya rambutnya yang sedikit
acak-acakan dan gaya nya yang selalu simple seakan memperjelas kak ricki adalah
tipe yang menarik bagi semua wanita.
Awal bulan Juni adalah saatnya keberangkatan ku ke jogja ,
ya hari ini adalah hari yang paling aku tunggu-tunggu , aku sengaja tidak
memperbolehkan bapak dan ibu ikut mungkin nantinya justru akan terjadi
pertumpahan air mata , aku hanya mengajak kak ricki untuk mengantarkanku sampai
ke terminal kereta api , mungkin di wajah kak ricki tidak terdapat air mata
yang tumpah disana tapi aku sebagai adik mampu melihat raut wajah seseorang
yang tidak ingin orang yang selama ini dia lindungi itu pergi sendiri ke suatu
tempat yang cukup jauh, itu membuatku melayangkan pelukan ke seseorang yang
selama ini selalu menjadi teman debatku disela-sela permasalahan yang aku
alami, air mataku berjatuhan membasahi
pundak kaos yang dikenakan kak ricki , kak ricki melepaskan pelukanku ,
dia menatapku penuh makna , sambil mengusap dahiku , dia berkata “jaga diri
baik-baik meskipun kamu jauh kak ricki akan selalu ngelindungi kamu” seketika
airmataku kembali terurai , namun kak ricki segera mengusap air mata itu dari
pipiku dan dia tersenyum , kemudian berkata kembali “udah jangan nangis terus,
katanya mau ngejar cita-cita dijogja, kejarlah dan pulang dengan ngebawa kebanggaan
buat ibu bapak dan kakak” aku tersenyum dan sesegera mungkin menaiki kereta
yang akan membawaku ke jogja dan membawaku menggapai cita-citaku.
Suara kereta yang melaju seakan mengiringi ku untuk terlelap
tidur bersama hembusan angin pada jendela yang sengaja aku buka , entah
seberapa lelap aku tertidur hingga seorang petugas kereta membangunkanku untuk
segera memberitahukan jika jogja sudah ada didepan mata , sesegera mungkin aku
mengemas barang-barangku memastikan tidak ada yang tertinggal disana ,
pandangan mataku tidak henti-hentinya menatap semua ruas jalanan dan
pemandangan yang disuguhkan di jogja ya kota yang bernuansa kecoklatan telah
membuat hati ini merasa tenang.
Aku berjalan semampu kaki ku dan semampu pandanganku
mengarahkan aku kemana selanjutnya aku harus melangkah , tiba-tiba kaki ku
seakan berhenti didepan sebuah rumah mungil yang bermodel kuno dengan satu
jendela besar didepannya , berpagarkan coklat sedikit bernuansa cat yang
mengelupas , dengan didepannya terdapat sebuah tulisan yang membuatku tersenyum
“terima kost” aku memutuskan untuk
mengetuk-ngetuk gerbang yang sedikit terbuka itu , tidak lama kemudian keluar
seorang wanita yang bisa dikatakan tidak muda lagi menghampiriku dengan
senyuman ramah , sesegera mungkin aku membalasnya desela-sela senyumannya ia
berkata “berminat kos disini?” , “iya saya berminat” dengan senyuman lembutnya
, ia mengantarkan ku untuk memasuki rumah mungil itu , mataku tak henti melihat
sekeliling rumah yang semua berisikan barang-barang yang ku rasa cukup kuno namun terawat. Tanpa waktu lama aku
menyetujui berapa harga yang harus kubayar dan semua peraturan yang ada dikos
itu tidak membuat ku untuk berfikir panjang .
Hingga keesokan harinya pula aku menaiki taksi yang akan
membawaku ke tempat kuliah ku yang ada dijogja , rasanya tidak sabar ingin
cepat sampai dan tersenyum bangga , tempat kuliah yang selalu kudamba dikota
yang selalu membuatku tenang ini aku bisa melanjutkan dan meneruskan
cita-citaku.
Beda dengan tempat kuliah pada umumnya disini tidak memakai
sistim MOS atau pada umumnya adalah orientasi siswa sebelum memasuki
universitas , disini kita bisa langsung mengikuti kelas sesuai bidang kuliah yang kita ambil , desain ya itu
adalah bidang kuliah yang aku ambil tidak ada alasan khusus aku memutusknan
mengambil bidang tersebut kecuali aku suka menggambar. ya , menggambar membuatku lupa apa itu
artinya lelah , sakit bahkan cinta ..
Hampir setengah hari berlalu aku mengikuti kelas desain ku , ya hari pertama di tempat kuliah ini aku
rasa terasa biasa aja semua berjalan lancer seperti pada umumnya dan aku juga
mendapat teman baru. Namanya rani ya nama yang cantik untuk orang jogja yang
ramah , rani begitu ramah dia punya kulit kuning lansat bersih , kedua mata
yang berbinar seakan orang yang melihatnya
tak ingin mengalihkan pandangannya , rani punya senyuman yang manis. Tempat
duduk rani tidak jauh dari tempat yang ku duduki. Sebelum pulang rani menawarkan untuk
mengantarkan aku pulang dengan mobil miliknya , kebetulan rani bisa dibilang
berasal dari keluarga yang berada di kotanya , namun aku menolak penawarannya Karena
seharian ini aku ingin mengelilingi setiap kota jogja sendirian ,
ketempat-tempat yang aku rasa ingin ku datangi. Rani pun mengerti setelah aku
menjelaskan panjang lebar padanya , dan kurasa rani adalah teman yang baik dan
pengertian.
Setiap sudut kota jogja ku rasa sudah ku datangi ,
sembari merebahkan kedua kaki ku yang
kelelahan ini , aku duduk disuatu taman entah ku rasa aku tidak tau apa nama
jalan bahkan tempatnya , aku hanya mengikuti kemana kedua kakiku melangkah ,
aku duduk menikmati hembusan angin dan gemerlap lampu kota jogja dimalam hari , hingga ku rasa aku
terkantuk-kantuk tapi kantuku berubah menjadi rasa penasaran setelah kedua
telingaku mendengar suara lembut itu yang seakan menghangatkan angina dingin
malam itu , kedua mata ku mencari-cari dimana asal suara itu dan hingga kedua
mataku terhenti pada seorang laki-laki disudut taman kota jogja , dengan posisi
sedikit membungkuk , rambutnya yang sebahu sedikit acak-acakan seakan menutup
wajahnya , cahaya lampu yang hanya mengarah ke badan tegap itu membuat kaos
putih polos yang dikenakannya sedikit bercahaya , celana pendek warna hitam yang
dia kenakan terlihat berwana sedikit kecoklatan kedua kakiny mengenakan sepatu
hitam bertalikan putih dengan posisi belakang sepatu yang sedikit diinjak ,
duduk dengan posisi bersandar membuat dia Nampak nyaman , dengan gitar warna
coklat tua yang tak henti-hentinya ia mainkan sesekali suara nya lantang
terdengar saat ruas jalan kota jogja terlihat sepi oleh kendaraan , namun
sesekali suara itu terlihat samar-samar terdengar namun tetap saja suara itu
masih terdengar sangat lembut , jika pendengaranku tidak salah , ku rasa lagu
milik Jason mraz yang berjudul I’m yours telah ia lantunkan dengan sangat merdu
. kedua mataku tidak hentinya melihat kedua tangan dengan jemari yang piawai
memainkan gitar itu hingga menghasilkan bunyi-bunyi yang membuat kedua telinga
ini menjadi sangat gembira dan sesekali ketiga gelang yang bernuasa kecoklatan
yang ia kenakan di tangan kanannya itu bergoyang-goyang seakan mereka juga ikut
menikmati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar